Selasa, 29 Oktober 2013

Bukan Akhirnya

Memang, sepertinya anda begitu takut, ketika saya mulai jauh dengan anda dan dekat dengan orang-orang di sekitar saya. Memang, raut muka anda menunjukkan ketidaksukaan anda pada saya ketika saya berkesudahan dengan orang-orang di sekita saya. Sepertinya, anda takut kehilangan saya. Tapi maaf, dunia anda bukan dunia saya. Ketika anda menarik saya untuk turut andil dalam memerankan sandiwara anda, saya hanya mengikuti alur yang sutradara mainkan; di awal. Sesampainya di pertengahan, saya mulai berpikir bahwa peran yang anda mainkan sangat bagus, alur pementasannya pun sempurna, tetapi otak dari segala strategi permainan ini telah busuk, saking lamanya sutradara menyimpan barang itu sendiri di dalam kulkas hingga Ia lupa bau itu juga butuh penghangatan agar awet jika disediakan di perjamuan dengan teman. Akan tetapi, indra penciuman teman pun enggan menerimanya, barang yang sama sekali tak terendus baunya, sempurna. Di akhir dari segala klimaks, saya memutuskan untuk mengakhirinya sendiri dengan jalan saya. Saya memilih untuk berjalan sendiri, dan tidak menerima tawaran anda dari pertama, karena ternyata anda bukanlah yang saya pikirkan sejak awal, anda tahu apa? Saya kecewa telah memasukkan dunia saya untuk turut mengalir ke dunia anda.