Merasakannya dari awal hingga rasa ini benar-benar terhujam, bukan?
Aku tak benar paham, ketika apa yang seharusnya bisa kita lakukan, namun semua hanya tertunda oleh ego waktu yang tak berperasaan.
Sekian lama, aku terdiam, termangu oleh keadaan yang semakin tak menentu.
Mungkin aku yang terlalu lemah, terlalu pasrah akan kehendak Tuhan yang tak jua mempertemukan.
Biarlah, mungkin memang sudah seharusnya berjalan begini.
Tapi sampai kapan aku akan terus menyerah dan pasrah akan keadaan?
Hati ini coba berontak, "kau tak boleh kalah", katanya.
Apadaya, mungkin memang lebih baik seperti ini.
Aku yakin, Tuhan akan memberikan jalan yang lebih terang kepada hambaNya yang rajin memintal tabah setiap malamnya.
Aku yakin.......