Selasa, 29 Oktober 2013

Bukan Akhirnya

Memang, sepertinya anda begitu takut, ketika saya mulai jauh dengan anda dan dekat dengan orang-orang di sekitar saya. Memang, raut muka anda menunjukkan ketidaksukaan anda pada saya ketika saya berkesudahan dengan orang-orang di sekita saya. Sepertinya, anda takut kehilangan saya. Tapi maaf, dunia anda bukan dunia saya. Ketika anda menarik saya untuk turut andil dalam memerankan sandiwara anda, saya hanya mengikuti alur yang sutradara mainkan; di awal. Sesampainya di pertengahan, saya mulai berpikir bahwa peran yang anda mainkan sangat bagus, alur pementasannya pun sempurna, tetapi otak dari segala strategi permainan ini telah busuk, saking lamanya sutradara menyimpan barang itu sendiri di dalam kulkas hingga Ia lupa bau itu juga butuh penghangatan agar awet jika disediakan di perjamuan dengan teman. Akan tetapi, indra penciuman teman pun enggan menerimanya, barang yang sama sekali tak terendus baunya, sempurna. Di akhir dari segala klimaks, saya memutuskan untuk mengakhirinya sendiri dengan jalan saya. Saya memilih untuk berjalan sendiri, dan tidak menerima tawaran anda dari pertama, karena ternyata anda bukanlah yang saya pikirkan sejak awal, anda tahu apa? Saya kecewa telah memasukkan dunia saya untuk turut mengalir ke dunia anda.

Senin, 09 September 2013

After Night

Disini, selalu tertulis
apa yang sebenarnya
tidak begitu perlu kita tulis,
sekarang
namun suatu saat nanti
kita tak pernah tau
apa yang diri ini butuh,
diri ini rengkuh
simpan saja dulu,
hingga waktu yang
sekarang bungkam,
menyeruak menjadi lolongan
tajam yang mampu kita kejar
dan dapatkan
selamat membaringkan diri
di posisi ternyaman,
Sayang,
malam.

Tabu-abu.

Bahkan suara di kepalaku
habis termakan lelah
meminta aku berhenti
mencipta mimpi
dan
berharap yang terlalu tinggi
menunggu setiap yang,
bahkan aku sendiri tak tahu
tak tampak jelas titik tumpunya.

Minggu, 01 September 2013

For You


Sebuah karya video rancangan mas Dwi Zulkarnaen yang dipersembahkan kepada mantan Bapak Negara Teater Depan Surakarta yang akan selalu kami rindukan dan banggakan. Suatu susunan suasana yang kami bentuk sebagai wujud cinta dan sayang kami untukmu, Slamet Ariadi. Semoga jalan disana lebih terang, dan pada waktunya, kau memang harus pulang, ke rumah kita, Istana. :)

Minggu, 25 Agustus 2013

Thorn

Sakit memang, tapi aku bisa apa?
Merasakannya dari awal hingga rasa ini benar-benar terhujam, bukan?
Aku tak benar paham, ketika apa yang seharusnya bisa kita lakukan, namun semua hanya tertunda oleh ego waktu yang tak berperasaan.
Sekian lama, aku terdiam, termangu oleh keadaan yang semakin tak menentu.
Mungkin aku yang terlalu lemah, terlalu pasrah akan kehendak Tuhan yang tak jua mempertemukan.
Biarlah, mungkin memang sudah seharusnya berjalan begini.
Tapi sampai kapan aku akan terus menyerah dan pasrah akan keadaan?
Hati ini coba berontak, "kau tak boleh kalah", katanya.
Apadaya, mungkin memang lebih baik seperti ini.
Aku yakin, Tuhan akan memberikan jalan yang lebih terang kepada hambaNya yang rajin memintal tabah setiap malamnya.
Aku yakin.......

Senin, 19 Agustus 2013

Wall Camp, 18/08/13

Malam itu
Kala itu
Semilir itu
Remang itu
Teduh itu;
Matamu

Susunan elegi cermin
yang terbentuk sempurna
hingga tak ada yang
bisa mengandaikannya
tak ada yang bisa
menyamainya
teduh yang meneduhkan
segala liukan gundah
serta mendorong
aroma angin malam
yang meliukkan belulang
hingga bergetar beradu
dalam balutan tulang


-- apadaya, tak ada daya

semua daya hanyalah
milik Sang Mahadaya

Semilir Harahap

Gantungkan saja rindu
pada semilir malam,
meski tak berbintang
sekalipun, langit
masih terlihat terang
bukan?

lipatkan saja khayalanmu
beserta sisa-sisa ilu
di sudut sikutmu
jika terasa semakin ngilu;
simpan di sedakep tengkukmu
beserta dekapan angin
yang coba hangatkanmu
nikmati rasukannya;
hingga kau rasakan
sendiri mana yang disebut
ngilu dan mana yang disebut
rindu.

Kamis, 15 Agustus 2013

Pilu Yang Bajigur

Aku ingin menulis tentang sebuah 'papan'. Mungkin hanya sebuah rumah mungil nan usang yang sudah banyak sawang di setiap sudut ruangan. Dulu, pernah aku tinggal didalamnya, dengan personal menyenangkan yang saling membahagiakan memang. Namun itu tak bertahan lama, setelah penyusup menyelinap ke dalam hingga mencuri salah seorang liliput rumah dan meraib harta berharga yang tak ternilai harganya. Seisi rumah pun goncang dengan disertai teriakan yang menerka hingga merasuk dalam naungan jiwa. Abstrak, ya mungkin hanya itu perwakilan kata untuk menggambarkan suasana kehangatan yang tiba-tiba buyar. Hingga tak tahan, seorang liliput lainnya berhenti di titik penghabisan yang kemudian memutuskan untuk singgah ke bumi persinggahan yang lebih nyaman. Entahlah, apa yang membuat mereka begitu tega meninggalkan anak pinak yang telah mereka buat sendiri kemudian dengan mudahnya mereka buang pula tanpa ada sedikitpun rasa iba. Dan kini, semuanya sirna. Hanya ada sebuah penantian dan seonggok harapan untuk penerangan rumah yang dulunya menghangatkan.

Kamis, 04 Juli 2013

Sukoharjo, 2013

Terlalu banyak pengandaian yang mengkerutkan hati, yang membuatku semakin merutuki waktu yang tak pernah ingkar janji.

A.M

Pagi selalu berhasil mengelabui ingatanku, begitu lembut mengalun seperti nada bersayap tak bertulang. Di sela-sela hela hangat mentari, ketakutan itu kembali hadir. Dengan meminang sedikit keresahan yang tak pernah diharapkan. Andai kau pun rasa, kau tahu, aku yakin kau pun tak ingin. Semua kegelisahan dan ketidakpastian ini, terbiar dingin membujur kaku dalam degup dada yang tak henti menyabu. Hingga ia menemui muara akhirnya, mungkin yang bisa dilakukan hanyalah menunggu. Ya, menunggu semua larut dalam harapan yang tak kenal sayu.

Sabtu, 11 Mei 2013

BITCH!!!!

Hey, perempuan jalang!
Kuakui, hebat sekali kau bermain sandiwara. Bersembunyi di balik topeng trembesi yang sama sekali tak terlihat karatnya. Mengucapkan kata demi kata hingga tersusun kalimat yang tersusun rapi dengan pita di setiap pembalutnya. Sempurna! Hampir saja, aku sadar bahwa orang yang pintar adalah orang yang benar-benar sadar bagaimana Ia harus perlahan menghilang dari percakapan yang sengaja dibuat untuk menimbulkan pertikaian. Tapi itu semua tidak bertahan lama, T!

Jumat, 05 April 2013

Warmth

Sebuah kata yang tak ingin kuakhiri jedanya meski titik menanti di ujung cerita
Lantunan nyanyian syahdu yang ingin kuputar selalu hingga lelap mimpi menjemput malamku
Kemesraan yang tercipta begitu dalam setelah melewati masalah-masalah yang luar biasa menakutkan
Berhiaskan rona pipi merah muda pertanda Ia telah jatuh dalam cinta yang kian menderu
Kepadamu; yang selalu ku tunggu di pelaminanku. - SETIA

Minggu, 24 Maret 2013

Paradise

Jika suatu hari nanti, raga ini tak mampu lagi berdiri di sampingmu, menggenggam tanganmu, menjadi sandaran tempat jatuhmu, ingatlah bahwa kita telah membangun sebuah rumah sederhana yang hanya ada dua penghuni didalamnya, kau dan aku. Pulanglah ke rumah itu, jaga dan rawat hingga usia menjemput tuamu. Aku akan selalu ada disana, meski bukan lagi sebagai sosok yang terlihat kokoh dengan keriput di wajahku. Aku tahu ini sulit, tapi aku yakin kau mampu lewati ini semua. Percayalah sayang, kau tak sendiri. Aku bersamamu, meski tak lagi dapat kau pandangi wajahku seperti kala itu. Aku akan tetap tinggal disini; dihatimu, yang telah ku jadikan rumah yang tak hanya sekedar tempat singgah namun juga tinggal untuk selalu menjagamu dalam naungan doa yang tak hentinya terpanjat untukmu, Kesayanganku.. Dan biar, biar hanya aku dan Tuhan yang tahu.

Senin, 04 Maret 2013

:)

Saya menyukai cara anda melibatkan saya di dunia anda dan saya menyukai anda di dunia saya. :)

Rabu, 30 Januari 2013

First Stage

Pagi yang baik
Ya, pagi selalu datang dengan baik-baik
Mengendap endap di balik sang waktu
Mendelik di belakang tirai putih pekat yang tiada berabu
Diselingi kicauan doa para penerbang biru
Sebuah pesan tak lupa bertabu
Menyambut pagimu yang sayu
Mengecup sisa embun di dingin matamu
Beranjaklah, sayang
Saatnya mengejar pagi
Beraktivitas layaknya mentari
Namun tetap berselimut dalam indahnya bumi