Kamis, 15 Agustus 2013

Pilu Yang Bajigur

Aku ingin menulis tentang sebuah 'papan'. Mungkin hanya sebuah rumah mungil nan usang yang sudah banyak sawang di setiap sudut ruangan. Dulu, pernah aku tinggal didalamnya, dengan personal menyenangkan yang saling membahagiakan memang. Namun itu tak bertahan lama, setelah penyusup menyelinap ke dalam hingga mencuri salah seorang liliput rumah dan meraib harta berharga yang tak ternilai harganya. Seisi rumah pun goncang dengan disertai teriakan yang menerka hingga merasuk dalam naungan jiwa. Abstrak, ya mungkin hanya itu perwakilan kata untuk menggambarkan suasana kehangatan yang tiba-tiba buyar. Hingga tak tahan, seorang liliput lainnya berhenti di titik penghabisan yang kemudian memutuskan untuk singgah ke bumi persinggahan yang lebih nyaman. Entahlah, apa yang membuat mereka begitu tega meninggalkan anak pinak yang telah mereka buat sendiri kemudian dengan mudahnya mereka buang pula tanpa ada sedikitpun rasa iba. Dan kini, semuanya sirna. Hanya ada sebuah penantian dan seonggok harapan untuk penerangan rumah yang dulunya menghangatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar